Financial Planning: Kasus ‘Mas Single’

Beberapa waktu yang lalu istriku @EvandaGita ikut salah satu training Financial Planner kelas Basic di salah satu FinPlan ternama. Nah salah satu assignmentnya adalah memecahkan kasus ‘Mas Single’. Buat yang belajar Financial Planning siapa tahu bisa sambil latihan memecahkan kasus berikut (soal sedikit diubah):
Profile Keuangan Mas Single
Mas Single salah satu karyawan Swasta di daerah Sudirman Jakarta, dengan posisi Senior Staff dengan penghasilan 5 juta nett. Dengan penghasilan bersih per tahun sebanyak 15xgaji. 12 gaji bulanan, 2x gaji bonus, 1xTHR. Mas Single saat ini berumur 28 tahun.
Mas Single masih tinggal bersama orangtua di daerah Tebet. Mas Single punya mobil pribadi sedan Toyota Corolla tahun 1995 pemberian orang tua dengan nilai saat ini sekitar Rp. 60 juta rupiah. Mas Single punya hobby tenis dengan biaya 300rb/bulan. Mas Single suka nongkrong di kafe minimum seminggu sekali yang menghabiskan 100rb per sekali datang.
Mas Single punya dana cash sebesar 3 juta di tabungan tahapan dan deposito sebesar 5 juta. Dan tidak punya dana cadangan lin. Bulan ini baru saja membeli sebuah Gadget tablet baru senilai 6juta rupiah dengan cicilan 0% selama 12 bulan dengan kartu kredit. Untuk membantu keperluan rumah tangga orang tuanya, Mas Single menyisihkan 500rb per bulan kepada sang Ibu. Selain itu Mas Single menghabiskan dana 200rb per bulan untuk HP, 150rb per bulan untuk internet. Untuk biaya bensin, parkir, dan perawatan mobil sebulannya habis 600rb. Untuk biaya pakaian menghabiskan 500rb per 3 bulan. Untuk pengeluaran pribadi Mas Single menghabiskan sebesar 1,5 juta rupiah per bulan untuk makan dan kebutuhan bulanan dasar.
Keinginan Mas Single
Mas Single ingin mengganti mobil Toyota Corollanya dengan Vios 3 tahun lagi dengan nilai sekarang sebesar 160 juta. Mas Single ingin menikah di usia 30 tahun dan membutuhkan biaya menikah yang sederhana sebesar 50juta. Mas Single ingin berlibur setahun sekali dengan tujuan paling dekat adalah ke Bali.
Mas Single belum berfikir untuk pensiun, tetapi ingin mengetahui kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan oleh dia di saat pensiun dan berapa tabungan yang harus mulai dilakukan. Mas Single mengira pensiun di umur 50 taun dan dapat bertahan hidup sampai usia 70tahun dengani perkiraan biaya hidup kelak ketika berkeluarga sebesar 8 juta per bulan.
Mas Single belum memiliki asuransi kesehatan maupun jiwa. Dari kantor hanya menyediakan asuransi jiwa yaitu jamsostek, dengan tanggungan meninggal sebesar 80 juta rupiah. Asuransi kesehatan yang diterima dari kantor hanya sebesar 250 ribu rupiah per hari total. Mas Single belum kepikiran apakah membutuhkan asuransi tambahan atau tidak.
Apabila memungkinkan Mas Single ingin menabung / investasi membeli rumah seharga 350 juta harga saat ini, kira-kira 1 tahun setelah menikah. Dimana DP minimum adalah 20% dan rate kenaikan per tahun perumahan adalah 20-30%.
Mas Single belum pernah berinvestasi / menabung di luar tabungan dan deposito biasa. Sebab itu mas single termasuk kategori konservatif ke moderate.
Asumsi inflasi yang diinginkan Mas Single adalah 11%
Apabila kamu adalah seorang Finansial planner dari Mas Single, ataupun kamu sendiri adalah Mas Single dan ingin merancang finansial plan, bagaimanakah finansial plan untuk Mas Single?
Item Planning
- Bagaimana CashFlow bulanan yang harus diterapkan?
- Apakah Mas Single membutuhkan dana cadangan dan berapa?
- Apa saja instrumen investasi yang harus dimiliki Mas Single?
- Apakah Mas Single membutuhkan asuransi tambahan?
- Bagaimana metode membeli rumah Mas Single? Apabila dengan KPR bagaimana polanya?
- Apa saja saran tambahan untuk Mas Single?
Monggo yang punya pendapat finasial plannya, bisa share di sini.
Note: Jawaban boleh diposting di blog sendiri tinggal cantumin link ke comment sini, atau melalui email akhmad.deniar[at]gmail.com nanti aku postkan di sini. Ayo sama2 belajar dan mencoba berpendapat
source:
- Materi: Training Basic Financial Planning IARFC – Kasus ‘Mas Single’ (dengan modifikasi)
- Gambar: http://blogs.wsj.com/wealth/2008/10/02/wealthy-are-afraid-theyll-run-out-of-money/

duh bacanya aja dah pusing..
gaw
4 Oct 11 at 9:18 am
secara kasat mata keknya besar pasak daripada tiang..
Paijo Marto Dilogo
4 Oct 11 at 9:26 am
@gaw
Hehehe… bisa jadi itu sebagian dari refleksi diri kita sendiri
@Paijo
Nggak koq, rutinitas bulanan belum besar pasak daripada tiang. Tapi mepet… hihihi. Dan tidak ada tabungan. Nah sekarang gimana caranya nih ^_^
deniar
4 Oct 11 at 10:49 am
susaaaaaaah….gak ngerti!!! mau belajaaarrr…
ClassixVidya
27 Oct 11 at 5:31 pm